Jumat, 14 Oktober 2022

Sungai

Entah apa yang membuatku selalu tertarik pada sungai akhir-akhir ini. Hingga aku membuat sebuah rumah singgah di dekat bantaran sungai di salah satu wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Aku membuatnya untuk keluarga kecilku, dan untuk para musafir atau traveler sepertiku. Rumahku aku sewakan seperti hotel dengan suasana Home dan alam yang rindang. Hal itu membuat keluarga kecilku betah, termasuk orang-orang yang singgah disana. 


Kadang kala para tamu membuat pesta kecil di taman untuk merayakan sesuatu. Misalnya di akhir pekan dengan segala perlengkapan barberque kami siapkan. Rumah ini rumah bagi semua yang kami harapkan menjadi sepenggal surga yang mampu dirasakan oleh para penghuninya yang tinggal. Di beberapa sudut aku memasang instalasi seni berupa karya patung atau sculpture. Area belakang kami menanam tanaman kebun seperti lombok, terong, tanaman buah mangga, dan jambu. So much fun and more peace :)

Kembali

Ia datang kembali. Menyadari bahwa cerita belum selesai. 


Terlampau kuat rasa kita ini. Kita saling tahu masing-masing saat kepedihan secara tiba-tiba hadir, dia yang selama ini kamu pikir adalah orangnya meninggalkanmu. Kamu telah belajar banyak hal sayang, akupun begitu. Kita telah melampaui banyak zaman, ribuan kisah, multi-dimensi. 


Jiwamu tahu akan hal itu, ketika kamu terus berlari justru takdirmu semakin mendekatimu. Tenanglah sayangku, tenang. Kamu adalah bagian dariku yang tak terpisahkan. Kini, tenanglah. Tidak apa-apa kalau belum mengerti semua, di ujung kita akan sampai. 


Bahagia kita yang buat sendiri, Tuhan sudah mengizinkan kita, memberi restu kita. Kita hanya diminta menerima dengan penuh rasa syukur.

Aku tlah banyak belajar menerima apa adanya, dan bersamamu kini aku belajar lagi hal itu. Kehidupan adalah proses belajar, bukan?


Samudra yang luas yang dianugerahkan Tuhan kepada kita berdua menunggu kita sibak rahasiaNya. Kamu sudah siap? Aku ada di sampingmu. Menemani. Let’s Go beib..  

Jumat, 07 Oktober 2022

Pohon Tua



     Hari itu aku melangkahkan kaki dengan semangat. Berangkat ke ruang yang kita berdua cita-citakan mengendarai mobil. Ia begitu gembira ruang itu ini telah berdiri megah diantara pepohonan yang rindang. Ya, aku suka sekali dengan pepohonan. Aku berharap pohon-pohon di tempat ini menjadi pohon tua yang besar seperti besarnya cinta kita berdua pada dunia seni pertunjukan. 

        Aku menggandeng tangannya, berkeliling gedung ini. Ada balkon tempat nongkrong dan minum kopi di atas. Kita berjalan sambil membicarakan pentas terdekat yang akan dimainkan. Pagi itu sedikit hening dan sejuk tidak ada angin seperti sore hari. Kami bercanda mengenang perjalanan cinta kami berdua yang begitu ajaib. Hehehe. Semua atas campur tangan Semesta. 

        Hall theater ini cukup luas, memiliki kedai kopi di bagian luarnya sehingga para penonton bisa singgah menikmati suasana luar hall saat menunggu pementasan. Terdapat juga beberapa sculpture yang terinstall di area luar hall. Aku sendiri yang membuat sculpture itu sebagai monumen perjalanan spiritualku sejak aku muda. Sculpture ini menambah kesan artsy tempat ini. Banyak orang yang menyukainya dan menjadikan ya sebagai background mereka berfoto selfie.

        Besok ada pementasan, kami mesti mempersiapkan keperluan untuk besok. Semakin banyak keajaiban yang terjadi pada hidup kami berdua sejak ruang ini berdiri, dan kami sangat antusias dengan keajaiban Semesta dengan segala ceritanya. Tabik!

Jumat, 04 Desember 2020

Pageblug


Pandemi Covid-19 membuat manusia melakukan perjalanan ke dalam. Melakukan Refleksi, Kontemplasi, Intensi dan Manifestasi.. 

Fenomena pasca Pandemi ini menarik. Banyak orang secara masif mendadak cinta tanaman, berkebun jadi lifestyle. Hapal nama-nama tanaman hahaha.. Mendadak cinta hidup sehat, bersepeda jadi mainstream. Gelombang ini terjadi di seluruh dunia. Manusia melakukan refleksi dan kontemplasi. 

Kegiatan seperti Yoga, Meditasi menjadi hal favorit akhir akhir ini. Karena sejak Pandemi, orang-orang dipaksa untuk #dirumahaja. Tentu ngga sedikit hal ini bikin stress, sehingga ada kebutuhan untuk mencari ketenangan pikiran. Wajar.. 

Aku takjub sama cara Semesta menyembuhkan Bumi dan mengubah gaya hidup manusia. Hanya dengan virus yang kecil itu.. Semua orang Ibarat disuruh masuk rumah. Kayak anak kecil yang disuruh masuk orang tuanya. Karena  manusia ngga becus ngurus alam ini, hutan-hutan dirusak hancur. 

Trus Semesta bilang, "Wis, kalian mlebu kabeh, Tak beresin dulu, nanti keluar lagi kalau udah bersih" dengan nada sabar. Gilak ya Semesta..

Masuk bulan Desember ini gelombang Covid-19 di Indonesia bukannya turun, makin naik euy.. Semoga lekas usai ya pageblug ini. Aamin 

Tetep jaga kesehatan dan kewarasan :)


Rabu, 18 November 2020

1 Purnama di Jogja






Satu putaran penuh bulan Oktober kemarin aku berada di Jogja untuk “perjalanan dinas”. Awal bulan Oktober ada projek film yang syutingnya di Candi Ijo, Sleman, Yogyakarta. Kemudian lanjut mengerjakan desain untuk Taman Wisata Kaliurang yang akan direvitalisasi. Bulan sepuluh tahun ini cukup padat seperti tahun-tahun sebelumnya. Seperti tidak memberikan waktu untuk bernapas. In a good way, Semesta memberikan kejutan-kejutan. Aku menahan napas menyaksikannya dengan rasa takjub. Setiap momen sangat berharga untuk dilewatkan begitu saja.

Jogja jadi salah satu bagian episodenya yang epik. Aku dibawa ke dunia film. 

Berangkat dari Bandung, aku dikenalkan dengan Seniman muda berbakat, Dani Huda. Dia ceritanya sedang mengerjakan film pendek dan aku diajak untuk berkolaborasi sebagai storyboard artist di projek filmnya ini. Perkenalan kita berdua cukup spontan di Bandung. Aku merasa sudah kenal lama dengannya, karena aku melihat ada diriku dalam dirinya. Film pendek ini terinspirasi dari pengalaman hidupnya sendiri yang sangat relate dengan apa yang aku alami. Mungkin kita berdua berjodoh bertemu untuk manifestasi ide..

Singkat cerita aku ikut ke Jogja. Kami rombongan dengan crew film berangkat dengan mobil. Pengambilan gambar dilakukan selama 2 hari dari tanggal 3-4 Oktober dengan cukup intens. Dunia dibalik layar ini buatku sama sekali baru. Biasanya cuma nonton di depan layar, eh kini menyaksikan pemandangan bagaimana proses dibalik layar sebuah film. Salut dan apresiasiku untuk para sineas dimanapun berada!



Selesai syuting, aku lanjut ke tempat kawan untuk projek desain taman Kaliurang. Sedangkan kawan-kawan balik ke habitatnya masing-masing, sebagian asli Jogja, yang lain dari Bandung dan Jakarta.

Perjalanan baru dimulai. 1141. 

Buat orang-orang yang tahun 2020 ini awaken, mungkin melewati #semestaangka sepertiku. Melihat angka kembar di plat mobil, di jam dan dimana-mana.. setiap awal masuk ke realm atau perjalanan baru, aku mendapat konfirmasi angka 1141, 1411, atau 1441 dan destinasinya aku melihat 1111 atau 3333 atau 7777

Bicara semesta angka, kalau sampean menyadari angka-angka itu hidup dan mengusik perhatian..saya ucapkan selamat datang di dunia spirit.. dunia rasa kusebutnya. Semesta memberkati Anda. Dont worry, Everything gonna be alright.

Jogja menjadi bagian perjalanan rasa itu. 


Kota ini begitu spirituil. Ada semacam kerinduan yang tinggal sehabis mengunjungi Jogja. Barangkali itu yang membuat orang-orang tak pernah bosan kembali ke Jogja. Selama sebulan di Jogja, aku pergi ke Punthuk Setumbu, ke Malioboro, Berdikari Bookstore, dan Kaliurang, di bawah Kaki Gunung Merapi. Kawanku sempat bilang kalau Merapi menampakkan dirinya (anda melihat Merapi), artinya anda diterima. 


Tanggal 11/10 pukul 9.11

Di tengah perjalanan ke Taman Kaliurang, aku berhenti dari motor dan mengambil foto ini. Cantik luar biasa.. Merapi, Hamparan sawah, Nyiur Kelapa, dan semburat awan yang menari membentuk komposisi yang sureal.. Oh Tuhan Yang Maha  Mendesain! Speechless!



Aku datang, semoga kita bersua.

Aku rindu..


Selasa, 17 November 2020

Perjalanan untuk Mengingat


 Hi.. How was your day? I hope it’s was great..

Judul tulisan ini semestinya aku tulis seminggu yang lalu. Aku dapat dari kawan namanya Bia alias Nabila di Bandung. Oh ngomong-ngomong soal Bandung, tahun ini buatku penuh dengan keajaiban. Memutuskan tinggal di Bandung sejak bulan September adalah salah satu keputusan yang ajaib. Hehe.. ngga kepikiran sebelumnya bisa semulus dan secepat ini. Sebelumnya aku tinggal di Kota Malang, Jawa Timur.

Berawal dari bulan Maret-Mei aku residensi di Artemedia Bandung, Brand — perusahaan importir alat lukis terbesar di Indonesia— yang mendukung proses berkaryaku sebagai ilustrator. Tahun ini aku jadi Brand Ambassador Artemedia gitu ceritanya. Saat residensi di Artemedia, intuisiku mengatakan aku mesti tinggal di kota Bunga ini. Ngga ada alasan yang pasti. Kalau dicari alasannya, mungkin banyak sih hhe..

Dekat dengan Artemedia, lalu Kota ini ngga terlalu metropolitan seperti Jakarta, juga ngga terlalu jauh dari peradaban kreatif. Sebuah kota yang dipenuhi talenta, relevan untukku mengembangkan diri, membangun jaringan, dan alasan lain yang kalau ditulis jadi panjang. 

Tahun ini cukup krusial, karena aku sedang berada di fase usia menemukan purpose.. maka menjadi penting sebuah tempat dan lingkungan yang mendukung, dan Bandung menurutku adalah tempat yang pas. Gak kurang gak lebih. Pas.

Semesta menjawab kontan apa yang kubutuhkan. Aku dibawa ke Parongpong, sebuah wilayah dekat Lembang, setengah jam dari kota Bandung ke arah Gunung Tangkuban Perahu. Aku tinggal di rumah seorang seniman, napak gitu ceritanya. Sebuah rumah yang terlalu mewah kalau disebut kos-kosan. Ya, aku pernah bermimpi untuk tinggal & membangun rumah di daerah pegunungan yang dekat dengan alam. Ajaib aja ceritanya bisa kesini. 

Aku dikenalin ke seniman ini dari Kepala HRD Artemedia yang sekarang jadi kawan, saudara, kakak perempuanku. Aku pindah ke Bandung meninggalkan studio di Malang hanya bawa baju dan Buku Gambar. Aku ngga tahu Semesta mau ngajak kemana, tapi aku yakin perjalanan ke Barat ini mendekatkanku kepada purpose. Perjalanan ke Barat mencari kitab suci, eh ngga ding Wkwkwk .. maksudnya Perjalanan untuk mengingat. Mengingat apaan? Mengingat tujuan kenapa aku lahir di kehidupan ini. Wihh berat Cak....

Di sini, di Parongpong,  aku tinggal di Omah Kayu, sebuah rumah yang bangunannya terbuat dari kayu terletak di perbukitan yang asri. Rumahnya seperti sangkar burung, nyangkut di daerah ketinggian, udaranya bersih, airnya jernih. Sebuah tempat yang tenang untuk istirahat, belajar kehidupan dan menemukan inspirasi.

 What a life...Nikmat Tuhan manalagi yang kau dustakan? 

AlhamduliLOVE..

Rabu, 11 November 2020

Sabtu, 07 November 2020

Sabarudin

Hola..

Udah lama banget ngga ngasih makan blog ini. Hehe.. Bagaimana kabarmu? Semoga sehat seger waras ya..
Tahun 2020 rasanya cepat sekali dan sangat intens buatku. Apakah kamu merasakan juga? Perjalanan rasaku di tahun ini kayak roller coaster, naik turunnya ekstrem, sangat menguras energi mental, tenaga dan emosi.

Sekarang udah masuk November, artinya sisa dua bulan lagi masuk ke tahun 2021. Biasanya November dan Desember ritmenya melandai. Akhir tahun ini aku mau gunakan untuk refleksi pengalaman yang sudah aku lewati dan segera merampungkan apa-apa yang belum selesai. Karena pengalaman tanpa renungan agaknya seperti makan cuma dapet kenyang aja tanpa menikmati rasa makanannya. Mosok jadi manusia gitu...

Word of the year tahun ini kurasa adalah “sabarudin” alias belajar sabar. Dua tahun sebelumnya  jalanku cepat dan terkesan buru-buru seperti dunia hari ini yang berpacu dengan waktu. Rat race! Hingga jiwa sangat kelelahan dan sakit parah. 2020 menyadarkan, membangunkan jiwa yang tertidur karena dibajak kendali pikiran.

Ya, energi tahun ini besar banget, kalau mood sedih bisa ekstrem sedih begitupun rasa senang yang rasanya ekstrem. Angka dobel “20” udah cukup menggambarkan hal ini, semuanya serba dobel.. kayak indomie sekarang ada kemasan yang isinya dobel. Hehe..

Time to relax..





Jumat, 24 April 2020

Kamis, 07 Juni 2018

Pendar-Pendar Kebijaksanaan

Pendar-Pendar Kebijaksanaan Author by. KH Husein Muhammad

Karya cover buku terakhir saya awal tahun ini untuk buku terbaru pak KH Husein Muhammad berjudul PENDAR-PENDAR KEBIJAKSANAAN.

Buku ini berisi tulisan-tulisan tematik yang ringkas mengenai risalah Nabi Muhammad yang relevan dengan permasalahan kehidupan kita hari ini, juga penuh dengan teladan dan hikmah yang disampaikan penulis dengan bahasa tutur yang feminin.

Pembuatan cover ini cukup menyita energi dan waktu, sebab ada ekspektasi yang besar dari klien saya terhadap hasil akhirnya. Saya diberikan kepercayaan penuh untuk merepresentasikan isi buku Pak kyai yang secara garis besar mengandung pesan mendalam tentang cara berislam yang ideal mengcounter isu radikalisme agama yang berkembang saat ini.
Representasi tentang Islam yang damai, toleran, menyejukkan, penuh kasih sayang, bukan Islam yang agresif dan keras. Awalnya bukan gambar tari sufi ini yang jadi konsep awal cover. Tetapi ada beberapa alternatif seperti portrait Pak Kyai Husein, tetapi sering berjalannya waktu dan diskusi yang panjang, klien saya mantap dengan ilustrasi tari sufi ini. Lucunya sih, ini dibuat di detik-detik terakhir sebelum deadline penentuan cover yang fix. Jadi niat awalnya saya membuat ini hanya untuk alternatif pilihan, dengan waktu yang singkat, cuma sehari hhe.. padahal bebrapa alternatif utama di awal memakan waktu berminggu-minggu. Saya tertolong oleh karya ini sebab saya juga lebih mantap dengan hasil akhirnya.

Idenya berangkat setelah saya bertemu dengan karyanya Bertrand Flachot (Seniman Prancis) yang berjudul "Constellation". Bahwa garis-garis air tidak beraturan ini punya makna yang dalam terkait keterhubungan, sebuah dimensi transendental manusia dalam pengalaman spirituail yang unik. Saya menggunakan coretan garis ini sebagai penggambaran cahaya ilahi. sesuai dengan judul "pendar-pendar" yang merujuk pada arti "cahaya" yang berpendar ke segala arah. Sebuah intrepetasi bahwa pesan-pesan buku ini berisi tentang hikmah-hikmah tentang petunjuk kehidupan yang berasal dari Tuhan. Keterhubungan yang kompleks antara hamba dan pencipta melalui pengalaman. Manusia perlu mengusahakan dirinya agar sampai pada cahaya-Nya.

**
Buku ini menurut saya sangat relevan dengan keadaan berislam di Indonesia sekarang. Kita tidak bisa menyangkal bahwa islam hari-hari ini sedang tidak baik-baik saja. Ujaran kebencian, isu SARA terus menjadi topik yang jadi perdebatan di jagat media sosial kita setiap hari. Tak hanya sebatas perdebatan dunia maya, bahkan masalah timbul secara eksistensial juga terjadi di depan mata kita. Terakhir saya membaca berita di Tempo barusan, telah terjadi penyerangan terhadap jamaah Ahmadiyah di Lombok Timur oleh sekelompok massa. Sedikit lebih mundur, aksi teror bom di Surabaya beberapa minggu kemarin menyita perhatian publik nasional maupun internasional.

Buku ini saya pikir semacam oase di tengah keributan kita yang berdebat dalam wacana keagamaan. Pak Kyai Husein mengajak kita untuk duduk khusu', merefleksikan sikap dalam beragama kita terhadap apa yang telah dicontohkan nabi. Kisah-kisah dalm buku ini amat menyentuh dan patut menjadi pelajaran untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari demi ketentraman hati, pun dalam praktik kehidupan bermasyarakat.

**

Buat sampeyan yang tertarik dengan buku ini, silakan bisa memesan ke kontak narahubung yang ada di poster, atau membelinya di took buku terdekat.
Selamat membaca :)


Sabtu, 19 Mei 2018

Fiksi


Jika definisi fiksi adalah hal yang dapat mengaktifkan imajinasi, maka kamu itu adalah fiksi. 

Senin, 23 April 2018

Buku Pertama

Alhamdulillah penulisan buku tutorial saya udah rampung. (sebenarnya udah bulan lalu sih..hhe)
smoga di Agustus nanti sudah bisa terbit.. Eh yang ini spoiler covernya.. :)

Gimana menurut sampeyan?









Sehari-hari

Minggu kemarin saya kenyang dengan sedikit pikiran-pikiran dari Muhammad Abduh, Rumi, Soren Kierkegaar, Gabriel Marcel, dan Arthur Schopenhauer.
Sekarang, mari kita bicara tentang kehidupan sehari-hari.

Minggu lalu kesehatan saya memburuk karena pola makan dan istirahat yang kurang teratur. Darah rendah saya kambuh. Untunglah alarm tubuh saya memperingatkan.. waktunya mengonsumsi kafeine (lagi). Hhe..



Jumat, 13 April 2018

Ridha

Kondisi mental terbaik saya adalah ketika apapun yang saya lihat menjadi tampak positif dan penuh cinta. Saya kurang tau faktor-faktor yang mempengaruhinya. Mungkin rasa syukur yang menjadikan semuanya tampak membahagiakan, bahkan dalam keadaan yang sulit. senyawa kimia yang menimbulkan rasa bahagia pada otak itu mengalir deras ketika saya bisa merasa cukup (bersyukur) atas apapun kondisi saya saat ini.

Saya baru menyadari kini, polanya. Saya termasuk orang yang impulsif, ingin selalu dalam keadaan ektase atau terinspirasi. Itu yang membuat saya terus hidup-jiwa yang sadar terus-menerus.

Orang yang selalu ingin berlari, mengambil jalan anak tangga ketimbang naik eskalator jika ramai. energik. Orang yang berjalan cepat, dan sedikit kurang sabaran.

pernah suatu ketika saya mencoba hidup dengan cara orang lain pada umumnya. Lalu hidup saya begitu terasa membosankan, tidak bergairah. Saya tidak bahagia, murung.

Begitu saya kembali pada cara berjalan cepat itu, dunia tampak sedang berkonspirasi lagi. Saya merasa digerakkan kembali. Hidup dengan terus mencintai, memberi, melepaskan..
lalu dunia kembali normal di mata saya. Saya terus terispirasi, hormon kebahagiaan mengalir lagi. Saya merasa bahagia. Semua terasa mudah, apapun menjadi mudah. Itu semua saya kira adalah karena Ridha-Nya. Hidup saya terberkati.


Kamis, 12 April 2018

12 April


Hai,

Di tanggal ini menurut catatan sipil negara, 24 tahun yang lalu saya dilahirkan. Jadi seperti pada orang umumnya, saya mengucapkan selamat hari lahir untuk diri saya. Tuhan telah memilihkan hari yang baik untuk saya, dan pasti bukan tanpa alasan saya dilahirkan.

Bagi saya, momen ulang tahun tak lebih dari makna penanda waktu perjalanan. Seperti jarum arloji yang menunjukkan angka-angka. Seperti sekarang pukul 4 lebih 21 menit Waktu Indonesia bagian Barat ketika tulisan ini diketik. Berarti sekitar 1,5 jam lagi hari mulai petang. Manusia bergegas pulang dari peraduan. Ada yang bahkan mulai berangkat kerja. Oh waktunya para muslim untuk menghadap Tuhan. Waktu untuk istirahat. Semua sesuai apa yang sewajarnya dipahami karena kebiasaan pola perilaku dan keyakinan.

Kata bapak tua, “hidup itu proses menuju kematian” ah ini sungguh berat kepala saya memikirkannya.

Jadi, apa yang sudah kita persiapkan? Jangan bawa beban bekal terlalu banyak, karena akan memberatkan perjalanan. Sewajarnya. Diri kita sesungguhnya sudah tau apa yang sebaiknya dan tidak untuk dilakukan. Saya bersyukur masih mendapat anugerah kehidupan sampai detik ini.

Mari melanjutkan perjalanan, hari telah senja. Banyak setan berkeliaran pada hari ketika malam.

“Hati-hati” petuah Bapak Tua menutup obrolan.

Rabu, 04 April 2018

Good Advice


Cinta mengajari manusia bagaimana cara bertahan sekaligus berbahagia dalam penderitaan yang tiada akhir saat manusia memilih hidup untuk mencintai (kebenaran).

Ya, artinya manusia harus mengurangi kenyamanan dirinya sendiri. Kalau ia masih saja tertipu oleh keiinginan, ia tidak akan pernah bertemu dengan kebahagiaan sejati. Bahagianya itu bukan bahagia, melainkan hanya keadaan meredanya keinginan untuk sementara.

Apa yang tidak sementara di dunia ini, padahal manusia (ruh) itu abadi..

Bahagia itu kalau menurut sampeyan apa?

Senin, 02 April 2018

Terserah


Wanita selalu bukan tentang yang dikatakannya. Hha..

Seperti jawaban“terserah” yang dilontarkan seorang wanita atas pertanyaan: kamu mau makan dimana?



Menurut sampeyan apakah itu fakta?




Senin, 26 Maret 2018

Kuwalahan

Hai kamu..

Aku kangen.
Sayangnya hukum alam sedang ingin aku menyimpan rasa itu sejenak, bukan sekarang waktunya, katanya. Aku sedang bergegas, kau pun mungkin begitu hari ini.
bagaimana tes kemarin? hhe.. aku pikir kau sedikit kewalahan dengan soal matematika SIMAK UI  kemarin.. tidak masalah, kamu masih punya kesempatan, semoga hasilnya memuaskan.

oiya, Aku juga sedang kuwalahan hari ini. jam 1:16 dini hari laptop dan lampu mejaku masih menyala, sederet notifikasi, tumpukan buku, kopi jadi teman pagi ini, badanku bergetar, aku baru sadar belum makan malam, tapi mataku sangat terjaga dan antusias. Aneh!
habis ini aku keluar cari apakah ada makanan..
Kuwalahanku  sebanding dengan energi yang ada sekarang. aku lebih berenergi. seperti tubuhku sedang disiapkan untuk menghadapi semuanya. aku yakin semua akan baik-baik saja.

Baiklah, aku akan tabung rasa ini. jangan salahkan jika nanti meledak!
ledakan listrik di kepala dan dekat jantung yang bersamaan. Aku bersyukur pada Tuhan. sebab beruntunglah aku masih bisa merasakan itu, karenamu.

Kamis, 15 Maret 2018

"R"

"Jiwa kita diperintah oleh empat daya yang tak kasat mata:
Cinta, Kematian, Kekuasaan, dan Waktu"

-Sang Guru
(Manuscript found in Accra)


Hari ini ngga nyangka bakal menjadi hari yang lebih panjang dari hari-hari sebelumnya.
Pasalnya, episode dari bagian mosaik itu menunjukkan petunjuk baru yang lebih jelas. Ya, pagi ini huruf R itu sudah ada huruf vokal yang mengikuti di depannya.
hari ini benar-benar saya merasa semacam digerakkan kembali. Saya sadar dalam kapasitas subjek yang berpikir, di kesadaran itu semacam ada energi lain yang membuat dunia kembali menggerakkan saya. Ya, besok pagi saya akan bangun dengan hati yang tenang, karena "R" kini telah punya huruf vokal yang menyertainya.
**

Ya, kita masih memiliki kesempatan waktu, jangan tergesa.
Paling tidak, sekarang aku tahu harus berjuang bersama siapa. Aku ingin melakukan perjalanan bersama denganmu. Kalau perjalanan yang cepat aku sudah melakukannya sendiri, tetapi tidak untuk perjalanan jauh.

Kamu tahu untuk melakukan perjalanan jauh lebih baik melakukan bersama-sama bukan? dan perjalanan itu baru akan segera dimulai..
siapkan diri baik-baik karena jalan masih amat panjang.

Selamat pagi :)


Rabu, 07 Maret 2018

Simbol

 

Manusia menyukai simbol-simbol. Bahasa adalah sebuah simbol dari pikiran yang tak berbentuk materi namun diakui keberadaannya, bahwa manusia berpikir. Itulah kenapa sebuah benda mati atau materi yang sebenarnya tak bernyawa memiliki nilai (kesan manusia) tertentu. Benda yang kosong menjadi berharga terhadap perasaan manusia.

Ini laptop untuk Adek saya, hadiah atau janji saya karena dia telah berprestasi di sekolah dan sudah rajin membantu orang tua, juga karena ia rajin berpuasa. Hhe 
Semester kedua tahun ini ia akan masuk SMA, jadi saya pikir laptop ini akan banyak berguna. Sebuah simbol untuk penghargaan atas jerih payah dan keikhlasan.

Ya, semoga saja benda mati ini bermanfaat.. :)