Senin, 30 Desember 2013

Berawal dari sebuah pertemanan

Tidak lama lagi masuk tahun 2014, akhir tahun ini adakah yang menjadikan diri saya berbeda dari tahun-tahun sebelumnya? Ataukah saya lebih baik dari sebelumnya. Apakah malah lebih buruk? Ah..itu mungkin saya sendiri yang bisa menjawabnya. Tak perlu bertanya kepada orang lain. Pendewasaan diri, ya itu mungkin yang saya renungkan akhir tahun ini, koreksi dan evaluasi yang selalu saya perhatikan hari-hari ini. Lalu koreksi menurut apa? Padahal setiap koreksi itu pasti ada panduannya, ada acuannya yang mesti dilihat apakah saya dinilai baik semakin baik atau malah sebaliknya.
Setelah saya pikir kalu pertanyaanya apa yang menjadi acuan untuk koreksi kehidupan saya setahun kebelakang ini, jawabannya tentu pedoman hidup itu sendiri. Tidak mungkin jika kita misalnya ingin main voli lalu pakai aturan sepakbola. Jadi kacau nantinya. Sama seperti permainan hidup ini. Saya harus tau aturan mainnya. Toh, ada pameo yang mengatakan kalau hidup ini hanyalah permainan, hanya main-main belaka.
Hal yang menjadi koreksi  saya pribadi tahun ini adalah tentang pertemanan. Banyak cerita setahun belakangan yang dimulai dengan pertemanan, tapi sayang sekali saya tidak ulet untuk menuliskannya karena mungkin saya menganggap menulis itu hal yang susah.saya tidak bisa menulis yang baik. Tapi tak apa, saya sekarang mulai paham belajar menulis yang efektif itu dengan mulai menulis. Cerita pertemanan mulai dari banyak sahabat, keluarga baru yang diawali dengan pertemanan, tak hanya itu rezeki saya mengalir dari sana. Wah,, saya mulai meyakini “teman itu sangat berharga” tapi jangan dijual teman-teman anda ya..hhe
Jika banyak hal bisa diawali denga pertemanan, bagaimana mungkin sisi ini diabaikan dengan menjadikan diri kita kawan yang buruk bagi semua orang. Setelah saya baca kembali baca pedoman hidup saya atau pedoman hidup bagi semua orang khususnya umat islam. Saya merasa tidak menyadari jika saya seringkali menyakiti hati teman, sering membuat jengkel mereka. Padahal secara tidak sadar saya juga jengkel bila diinjak, tapi saya akan berjalan santai kalu menginjak orang. Saya kesal bila ada orang yang menghina, tapi saya dengan enteng menghina orang. Walaupun mungkin dalam konteks guyonan, tapi saya lupa kalu hal itu bisa saja membuat hati teman saya sakit. Saya mungkin lupa, Ya Allah ampunilah cara hidup hambamu ini…
Sekarang, mulai dari diri sendiri. Bila kita tahu dicubit itu sakit, jangan mencubit. Kalau mau diperlakukan baik oleh orang lain maka kita harus tau cara memperlakukan baik orang lain.
Saya teringat kata Allah dalam hadits qudsi-Nya, Dia akan selalu menjadi kawan yang ketiga bila pertemanan tersebut terdiri dari dua kawan. Bila bertiga, Dia menjadi yang keempat, dan seterusnya. Artinya, kita harus tahu bahwa Allah senang dengan pertemanan kerena Dia membawa pada rahmat dan kita juga harus ingat bahwa Allah ada di antara pertemanan supaya tidak terbersit niat untuk saling menyakiti.
Banyak hal dalam kehidupan ini yang bisa diawali dengan pertemanan. Mungkin jodoh saya nanti jangan-jangan adalah teman saya sekarang. Amin J…hhe Hanya Allah yang tau.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar