Tidak lama lagi masuk tahun 2014,
akhir tahun ini adakah yang menjadikan diri saya berbeda dari tahun-tahun
sebelumnya? Ataukah saya lebih baik dari sebelumnya. Apakah malah lebih buruk?
Ah..itu mungkin saya sendiri yang bisa menjawabnya. Tak perlu bertanya kepada
orang lain. Pendewasaan diri, ya itu mungkin yang saya renungkan akhir tahun
ini, koreksi dan evaluasi yang selalu saya perhatikan hari-hari ini. Lalu
koreksi menurut apa? Padahal setiap koreksi itu pasti ada panduannya, ada
acuannya yang mesti dilihat apakah saya dinilai baik semakin baik atau malah
sebaliknya.
Setelah saya pikir kalu
pertanyaanya apa yang menjadi acuan untuk koreksi kehidupan saya setahun
kebelakang ini, jawabannya tentu pedoman hidup itu sendiri. Tidak mungkin jika
kita misalnya ingin main voli lalu pakai aturan sepakbola. Jadi kacau nantinya.
Sama seperti permainan hidup ini. Saya harus tau aturan mainnya. Toh, ada pameo
yang mengatakan kalau hidup ini hanyalah permainan, hanya main-main belaka.
Hal yang menjadi koreksi saya pribadi tahun ini adalah tentang
pertemanan. Banyak cerita setahun belakangan yang dimulai dengan pertemanan,
tapi sayang sekali saya tidak ulet untuk menuliskannya karena mungkin saya menganggap
menulis itu hal yang susah.saya tidak bisa menulis yang baik. Tapi tak apa,
saya sekarang mulai paham belajar menulis yang efektif itu dengan mulai
menulis. Cerita pertemanan mulai dari banyak sahabat, keluarga baru yang
diawali dengan pertemanan, tak hanya itu rezeki saya mengalir dari sana. Wah,,
saya mulai meyakini “teman itu sangat berharga” tapi jangan dijual teman-teman
anda ya..hhe
Jika banyak hal bisa diawali
denga pertemanan, bagaimana mungkin sisi ini diabaikan dengan menjadikan diri
kita kawan yang buruk bagi semua orang. Setelah saya baca kembali baca pedoman
hidup saya atau pedoman hidup bagi semua orang khususnya umat islam. Saya
merasa tidak menyadari jika saya seringkali menyakiti hati teman, sering
membuat jengkel mereka. Padahal secara tidak sadar saya juga jengkel bila
diinjak, tapi saya akan berjalan santai kalu menginjak orang. Saya kesal bila
ada orang yang menghina, tapi saya dengan enteng menghina orang. Walaupun
mungkin dalam konteks guyonan, tapi
saya lupa kalu hal itu bisa saja membuat hati teman saya sakit. Saya mungkin
lupa, Ya Allah ampunilah cara hidup hambamu ini…
Sekarang, mulai dari diri
sendiri. Bila kita tahu dicubit itu sakit, jangan mencubit. Kalau mau
diperlakukan baik oleh orang lain maka kita harus tau cara memperlakukan baik
orang lain.
Saya teringat kata Allah dalam
hadits qudsi-Nya, Dia akan selalu menjadi kawan yang ketiga bila pertemanan
tersebut terdiri dari dua kawan. Bila bertiga, Dia menjadi yang keempat, dan
seterusnya. Artinya, kita harus tahu bahwa Allah senang dengan pertemanan
kerena Dia membawa pada rahmat dan kita juga harus ingat bahwa Allah ada di
antara pertemanan supaya tidak terbersit niat untuk saling menyakiti.
Banyak hal dalam kehidupan ini
yang bisa diawali dengan pertemanan. Mungkin jodoh saya nanti jangan-jangan
adalah teman saya sekarang. Amin J…hhe
Hanya Allah yang tau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar