Akhir-akhir ini saya jarang membuka media sosial seperti BBM, Line, dan Instagram. Masalahnya charge HP
saya rusak, parahnya input charge di smartphone-nya juga rusak.Hadeh..
Jadi seperti kehilangan kawan-kawan saja. Maksudnya saya jadi putus hubungan komunikasi dengan kawan-
kawan saya di media sosial. Pun juga mengganggu kelancaran komunikasi bisnis dengan pelanggan minggu
ini. Praktis saya hanya bisa menggunakan SMS dan aplikasi Line di PC saja untuk berjejaring sosial.
kawan saya di media sosial. Pun juga mengganggu kelancaran komunikasi bisnis dengan pelanggan minggu
ini. Praktis saya hanya bisa menggunakan SMS dan aplikasi Line di PC saja untuk berjejaring sosial.
Apa yang terjadi dua hari saya tidak pegang smartphone ini? Apakah saya tidak bisa hidup tanpa
smartphone? Hhe.. Soalnya seorang teman saya ada yang bilang gak bisa hidup tanpa smartphone.
Kenapa smartphone? Anda pasti juga punya smartphone bukan?. Saya kira sekarang era-nya smartphone,
sudah wajar jika semua orang pegang telpon genggam pintar ini. Kalau saya pakai kata HP,
mungkin bisa jadi HP jadul (jaman dulu)
smartphone? Hhe.. Soalnya seorang teman saya ada yang bilang gak bisa hidup tanpa smartphone.
Kenapa smartphone? Anda pasti juga punya smartphone bukan?. Saya kira sekarang era-nya smartphone,
sudah wajar jika semua orang pegang telpon genggam pintar ini. Kalau saya pakai kata HP,
mungkin bisa jadi HP jadul (jaman dulu)
masuk dalam kategori. Karena tak kunjung saya servis karena ada ada HP jadul, saya banyak
belajar bagaimana saya tidak tergantung pada benda subtitusi itu. Hidup masih terus berlangsung. Hhe...
belajar bagaimana saya tidak tergantung pada benda subtitusi itu. Hidup masih terus berlangsung. Hhe...
Dua hari sepi komunikasi via HP-yang sebelumnya rata-rata setiap lima menit buka smartphone-
saya sibukkan waktu saya pada hal yang lain. Konsentrasi saya terganti kepada manusia-manusia di dekat saya. Mungkin ada baiknya, kita berpuasa sesekali tidak pegang smartphone.
Mau coba? Ini bisa lho untuk mengetahui seberapa penting diri kita bagi orang lain? Hhe..
Maksudnya berapa banyak orang lainyang mencari anda ketika anda tidak pegang smartphone.
Tapi, itu bukan indikator.
saya sibukkan waktu saya pada hal yang lain. Konsentrasi saya terganti kepada manusia-manusia di dekat saya. Mungkin ada baiknya, kita berpuasa sesekali tidak pegang smartphone.
Mau coba? Ini bisa lho untuk mengetahui seberapa penting diri kita bagi orang lain? Hhe..
Maksudnya berapa banyak orang lainyang mencari anda ketika anda tidak pegang smartphone.
Tapi, itu bukan indikator.
Paling tidak kita bisa belajar mengendalikan diri supaya tidak sampai menjadi hamba smartphone yang
setiap hari kita bawa kemanapun, selalu update setiap lima menit sekali, bertanya-ada tidak yang hubungin saya, komentar di status saya,
atau pengen tau siapa yang personal chat dengan saya- andai kita bisa begitu dengan hanya Yang patut
dipuja.
setiap hari kita bawa kemanapun, selalu update setiap lima menit sekali, bertanya-ada tidak yang hubungin saya, komentar di status saya,
atau pengen tau siapa yang personal chat dengan saya- andai kita bisa begitu dengan hanya Yang patut
dipuja.
Apakah saya juga ketergantungan dengan gadget ini.Fenomena ketergantungan smartphone gejalanya
antara lain bisa kita lihat dari tanda-tanda berikut ini. Yang pertama, anda tidak bisa jauh dengan gadget anda. Ia pasti ada
antara lain bisa kita lihat dari tanda-tanda berikut ini. Yang pertama, anda tidak bisa jauh dengan gadget anda. Ia pasti ada
Kedua, secara reflektif anda selalu mengecek smartphone anda setiap kurang lebih lima menit sekali.
Anda yang ini juga? Hi hi hi...Ketiga, ketika makan anda sambil lalu bermain gadget, bahkan sampai
mengabaikan orang
Anda yang ini juga? Hi hi hi...Ketiga, ketika makan anda sambil lalu bermain gadget, bahkan sampai
mengabaikan orang
yang sedang mengajak ngobrol anda. Keempat, ketika gadget anda hilang/rusak, anda akan bilang......
Hhe... Anda mengalami gejala seperti ini? Saya sarankan untuk sedikit mengurangi hubungan kita dengan
gadget.
Hhe... Anda mengalami gejala seperti ini? Saya sarankan untuk sedikit mengurangi hubungan kita dengan
gadget.
Setiap yang berlebih-lebihan itu tidak baik. Sewajarnya saja.
Kalau kata bung Oma bilang, jangan Terlaaaaalu.. Hhe...
Kalau kata bung Oma bilang, jangan Terlaaaaalu.. Hhe...
Sudah, saya mohon maaf buat kawan-kawan dan juga pelanggan yang tidak bisa menghubungi saya
via jejaring sosial. Mungkin pesan kawan-kawan saya akan balas kalau smartphone saya sudah diperbaiki.
via jejaring sosial. Mungkin pesan kawan-kawan saya akan balas kalau smartphone saya sudah diperbaiki.
Mungkin tulisan ini bisa jadi klarifikasi saya kenapa akhir-akhir ini tidak jawab pesan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar