Senin, 27 Juni 2016

Toleransi



Apakah sudah menjadi habitus orang Indonesia bahwa kita terbiasa menolerasi keterlambatan? Mungkin saja terlalu permisif. Padahal saya pikir disiplin lebih menguntungkan kita dan pekerjaan kita. Benar saja, akhir-akhir ini saya sebenarnya sedang lelah berpikir. Saya selalu mencari pembenaran atas sikap saya menunda terhadap waktu agar jadi alasan untuk berada di zona nyaman. Saya mungkin lupa bahwa walaupun saya sedang istirahat, pikiran saya tak pernah istirahat untuk berpikir. Sudah! Maafkan saya. 

Kemarin ada seorang kawan yang minta bantuan saya untuk nggambar di tempatnya, saat kita janjian di tempatnya, saya bergegas mengusahakan agar tepat waktu, eh dia malah ketiduran. Katanya. Saya tinggal deh akhirnya. hhe.. karena beberapa menit saya menunggu dan menghubungi dia tapi nggak ada jawaban (lah wong tidur).

 setiap orang punya kesibukan masing-masing, kalau kita menghargai sebuah janji, kita akan dihargai oleh waktu. Kebiasaan menoleransi keterlambatan, menyepelekan janji harusnya jadi sebuah evaluasi. Apakah saya orang yang sombong?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar