Senin, 02 Mei 2016

Kelebihan Muatan


Apabila lebih besar beban daripada penampang, maka sebuah kapal dilaut pasti karam. Tapi kenapa kapal pinisi begitu besarnya dibuat dari bahan besi (yang seharusnya sifat besi ialah tenggelam ketika di air) tidak tenggelam? Hhe.. itu pertanyaan saya waktu kecil dulu. Jawabannya karena laut itu luas. Laut sebagai penampangnya. Penampang yang luas mempunyai tekanan lebih besar daripada beban (kapal). Logika pelajaran fisika yang tak kunjung saya pahami dari dulu. Hhe..

Bagaimana kalau manusia mendapat beban masalah (yang menguras pikiran, tenaga, waktu) melebihi kapasitas (penampang) berpikirnya?. Yap, dia tenggelam! (stress). Hmm.. mungkin itu jenis penyakit yang lagi musim melanda negeri saya sekarang. Ada yang dililit hutang akhirnya stress karena ndak bisa mbayar, ada yang stress ngerjain skripsi dosennya dibunuh, hadeh..

Menurut saya. Ada tiga cara trik mengatasi kelebihan muatan (stress) tadi. Pertama, kurangi beban kerjanya. Mungkin semua karena dianggap sebagai masalah. Padahal dari semuanya itu ada yang bukan masalah jadi tidak perlu dipikirkan. Akhirnya kita harus memilah, mendefinisikan mana yang masalah dan mana yang bukan sehingga kita hanya fokus pada apa yang perlu dipikirkan saja. Kedua, luaskan penampangnya. Ibarat kapal dan laut tadi, kalau kapal adalah bebannya maka penampang adalah pengetahuan kita. Luaskan (penampang) ilmu pengetahuan kita agar kalau masalah datang, kita sudah siap menghadapinya dengan bekal pemahaman dan ilmu yang kita miliki.
Kalau terlanjur di posisi banyak masalah, mau tidak mau kita harus belajar, meluaskan penampang tadi sampai pengetahuan dan pemahaman kita lebih luas daripada beban yang ada. Akhirnya masalah akan terangkat ke permukaan.

Dan terakhir, cari wadah kosong baru atau kosongkan diri sejenak. Sehingga muatan beban-beban tadi diangkat sementara sampai kapal tegak dahulu, kemudian masukkan kembali beban yang akan diangkut kapal lagi. Ah, saya terlalu beranalogi terus ya. Hhe.. contohnya seperti kemarin, saya punya masalah, tempat pena saya kelebihan beban karena semakin banyak pena yang saya punya. Trus saya akhirnya beli tempat pena. Padahal dulu bikin sendiri dari bekas isolasi, tapi sekarang terpaksa beli.
Inipun sebenarnya bukan asli tempat alat tulis. Tapi tempat perkakas makan seperti sendok dan garpu. Saya kebetulan lihat di tempat penjualan perkakas rumah tangga kemarin saat mengantar adik membeli perkakas titipan ibunya.

Saya pikir, ini cocok untuk mengganti tempat pena saya yang sudah kelebihan beban. Unik, bahannya terbuat dari bambu. Dan tentu harganya murah meriah ketimbang tempat alat tulis di swalayan sana. Hhe..




Tidak ada komentar:

Posting Komentar