Sepertinya jaman sekarang apa-apa kudu punya
sertifikat. Mau ngaku pinter perpajakan kalau nggak punya sertifikatnya (Brevet
A,B,C) mana ada orang percaya. Mau daftar wisuda saja kudu melampirkan sertifikat
inilah, itulah. Mau ngaku jago design atau nggambar sekalipun, memang kamu
punya sertifikat apa? Hm..
Dunia akan mengakui kemampuan kita karena
kertas sertifikat kita. Kemampuan semata-mata dilihat di awal dari seberapa
banyak kertas sertifikat yang kita punya. Kalau ada orang yang punya bakat luar
biasa tapi nggak pernah ikutan kontes atau lomba mana mungkin dia punya
sertifikat. Hadeh.. Tapi biasanya, memang
dunia akan mengakui kemampuan mereka kemudian atas hasil karyanya yang di atas
standar rata-rata. Sebab di atas rata-rata itu, sertifikasi jadi tidak
diperlukan.
Nah, kalau mau ngukur integritas seseorang apa
pakai sertifikat juga nggak ya. Hhe..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar