Selasa, 03 Mei 2016

Senior

Sore tadi saya abis kuliah kehidupan bareng senior saya di rumah. Ya, topiknya masih seputar keikhlasan dalam bekerja. Apa yang disampaikan senior tadi yakni bagaimana menyikapi orang yang tidak tahu balas budi. Ah ini topik terlalu berat. Hhe

Berbuat baik kepada orang lain saja itu tidaklah cukup. Setiap perbuatan harus punya dasar, untuk dan kepada siapa ia ditujukan. Menurut senior saya, setiap perbuatan yang dilakukan itu harus digantungkan pada Yang Memberi Hidup. Sebab, dengan itulah segala perbuatan baik yang dilakukan kalau nggak dapat balasan dari orang lain tidak akan muncul rasa kecewa. Wah ini sudah hitungan langit. Jadi untuk memahaminya dibutuhkan keyakinan.  

Dengan kata lain, menjalani pekerjaan apapun harus diiringi sebuah pengharapan nilai dari Yang Maha Hidup. Jadi setiap hari minimal harus ada satu kebaikan yang kita tanam terhadap orang lain, Begitu senior bilang. Sebab kalau nggak ada sama sekali artinya kita merugi sehari. Termasuk saat kita berbuat baik kepada orang lain, tapi kitanya riya’ atau mengharap jasa timbal balik dari orang yang kita bantu itu juga sama saja akhirnya satu kebaikan yang kita lakukan tadi hangus tak bernilai di mata Yang Maha Melihat.

Ketidakpastian orang yang kita berikan kebaikan itu bukanlah urusan kita. Urusan kita hanya pada Allah yang memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada sesama dan menjauhi apa yang dilarangNya. Terkait respond orang itu baik atau buruk kepada kita itu urusan mereka. Ada orang yang tau diri, ada yang tidak. Ada yang tidak mengerti bagaimana seharusnya membalas budi. Pintar-pintarnya kita menempatkan diri.

Akhirnya, menurut saya orang-orang yang memang sudah sampai belajar di derajat hakikat, bagi sebagian orang akan memandang ia adalah orang goblok, gampang ditipu karena saking baiknya jadi orang. Tapi toh orang-orang yang sampai belajar hakikat telah mengikatkan diri dengan janji ilahi. Saya selalu kagum kalau sudah ketemu dengan orang-orang seperti itu.


"Ikhlas." 
Sebuah kata di kamus yang gampang dicari tapi sulit dimaknai dan dijalani.
Menurut sampeyan gimana?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar