Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan
Tak terasa gelap pun jatuhDiujung malam menuju pagi yang dinginHanya ada sedikit bintang malam iniMungkin karena kau sedang cantik-cantiknya
Syukurnya hari ini saya nggak bisa tidur. Gara-gara kemarin abis minum kopi tiga gelas. Wah kacau.
Gimana caranya biar bisa tidur pulas, sedangkan cafein sedang menjajah saraf motorik saya agar tetap tegang, mata jadi sulit terpejam. Saya sudah matikan lampu supaya lekas tidur. Selang satu jam sama saja malah pikiran terjaga walaupun agak pusing.
Tadinya ngopi di siang, sorenya juga, cuma biar saat buat mural malemnya jadi nggak ngantuk. Ini malah kebablasan nggak bisa tidur, hadeh..
Padahal besok pagi kudu lanjut nge-mural lagi. Kacau.. Kali ini saya harus menyalahkan kopi.
Kalau sampeyan pas insomnia, ngapain?
Saya nulis blog sambil merem. Hhe
Selamat menjelang pagi, (lagi).
Pagi ini tetap cerah, seperti pagi kemarin. Tapi pagi juga memberi sebuah kejutan pada saya. Saya mendapat kabar kalau dua kawan-yang semalam jadi temen ngobrol mengalami kecelakaan parah sampai salah seorang ada yang patah tulang kaki.
Sekitar pukul 12 lewat mungkin kejadiannya. Tadi malam atau tadi pagi, yang saya tau dari mereka, kita bertujuh pulang dari tempat makan. Di perjalanan kita berempat (saya dan seorang kawan, dan dua orang kawan yang kecelakaan) pulang paling terakhir karena tempat kos kami paling jauh dan searah. Kita sempet berhenti di minimarket karena mereka bertiga ada keperluan membeli beberapa makanan dan minuman, sedang saya diluar berada di atas motor menunggu.
Setelah mereka selesai, mereka bertiga keluar, kawan yang bersama saya langsung naik motor saya sedangkan cewek-cewek itu, mereka berdua (yang mengalami kecelakaan) bilang "kalian balik duluan gapapa"
"yawes, kita duluan ya" sahut kawan yang saya bonceng itu.
Akhirnya saya hidupin motor dan langsung antar kawan saya itu ke kosnya. Ketika saya balik ke rumah, Di perjalanan saya juga tak sempat berpapasan dengan dua kawan itu. Seharusnya misal mereka ga jauh di belakang saya, saya pasti berpapasan dengan mereka. Kan tempat kos mereka bertiga berdekatan melalui gang yang sama. (Saya agak lupa mereka masih ngapain ketika meminta saya balik lebih dulu).
Pertigaan tempat kejadian kecelakaan juga tak jauh dari kosan mereka. Artinya, mungkin peristiwa maut itu terjadi saat saya sudah melewati TKP ketika saya balik, atau mungkin saat saya sudah sampai di rumah.
Dan saya baru dengar kabar kecelakaan itu di dari kawan-kawan lain, pagi tadi. Pagi dimana tak biasanya saya nggak ngecek ponsel ketika bangun selepas tidur. Salah satu diantaranya sampai sudah dibawa orang tuanya dirawat ke Surabaya. Sedangkan satunya, kawan yang sering curhat ke saya itu sedang menjalani operasi patah tulang di bagian paha kaki.
Kita berdoa smoga operasinya berjalan lancar, dan kamu segera bisa pulih, kawan.
Maaf. (Dengan perasaan menyesal kenapa tadi malam saya menuruti permintaan kalian untuk balik lebih dulu)
Smoga malam nanti memberi kabar baik.