Kalau kita ingin nyari orang entah itu teman, sahabat,
siapapun itu sekarang sudah gampang. Tinggal cari (ketikkan namanya) di
Facebook. Kenapa Facebook? sebab semua (paling banyak dan awal) pakai Facebook. Facebook ibarat KTP orang di dunia maya sampai kalau mau Log In ke web atau medidia sosial lain bisa pakai akun FB. hha.. Dunia sudah nggak selebar dulu. Setiap orang pasti punya jejak digital
sekarang, tapi mungkin tidak bagi para intelejen negara sebagai pengecualian. Hhe..
Kalau mau mengenal setengahnya, lihatlah profil media
sosialnya. Kalau kita mau kenal seutuhnya, kita membutuhkan hidup sehari satu
malam bersamanya. Karena sebenarnya, kita tidak mengenal betul orang yang
bahkan kita sebut itu teman kita. Apalagi orang baru kita tahu lewat media
sosial.
Stalking, istilah
yang sering dipakai kita sekarang buat mengganti kata kepo untuk kegiatan mengikuti apa-apa yang ada di media sosial
seseorang. Orang yang kepo pasti
pinter nyetalking. Biasanya kegiatan
ini dilakukan juga oleh orang yang sedang jatuh cinta sama orang yang
disukainya. Hhe.. kita nyari tau semua media sosial orang kita sukai. Trus dibuka
satu-satu, di-follow dan seterusnya.
Kegitan ini juga bermanfaat dalam banyak hal, termasuk untuk
belajar. Misalnya, paling tidak kita bisa mencari tau informasi orang yang
sedang ingin kita ajak bekerja sama, atau tujuan yang lain. Akhirnya kita
mencari tahu bagaimana orang tersebut di media sosialnya. Kita bisa tahu
mungkin informasi bagaimana bahasanya, bagaimana kesukaannya, siapa saja orang
yang dikenalnya bahkan gaya berpakaiannya. Semua itu bisa kita temukan di media
sosial. Manfaatnya adalah, kita bisa menempatkan diri ketika ngobrol dengan
orang yang baru kenal itu tadi. Bahkan kita akan terhindar dari pertanyaan yang
sebenernya tidak harus kita tanyakan.
Walaupun begitu, ada juga orang yang nggak bisa stalking
atau mungkin males stalking. Akhirnya seperti kemarin, ada yang berkirim pesan
di akun media sosial saya dan nanya, “Mas, itu gambarnya pakai teknik apa ya?,
trus pakai pulpen apa?”
Hm, mungkin dia belum baca caption saya tulisan tentang
scribble, dan mungkin dia belum sempet buka link youtube, belum baca tulisan
pertama tentang scribble di blog ini beberapa bulan yang lalu. Hadeh.. kalau
menghadapi orang yang males stalking gini yang susah, kudu sabar..
Saya jadi inget-inget lupa, kalau dulu pernah ada berita
wartawan yang di “semprot” sama artis gara-gara mempertanyakan hal tentang
artis itu yang harusnya wartawan itu sudah tau dan tidak perlu
mempertanyakannya. Saking saya lupa namanya
siapa.. hhi..
Kalau sampeyen termasuk orang yang suka stalking juga kan, ya?
Hhe..
Hhe..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar