Selasa, 19 April 2016

Stalking

Kalau kita ingin nyari orang entah itu teman, sahabat, siapapun itu sekarang sudah gampang. Tinggal cari (ketikkan namanya) di Facebook. Kenapa Facebook? sebab semua (paling banyak dan awal) pakai Facebook. Facebook ibarat KTP orang di dunia maya sampai kalau mau Log In ke web atau medidia sosial lain bisa pakai akun FB. hha.. Dunia sudah nggak selebar dulu. Setiap orang pasti punya jejak digital sekarang, tapi mungkin tidak bagi para intelejen negara sebagai pengecualian. Hhe..

Kalau mau mengenal setengahnya, lihatlah profil media sosialnya. Kalau kita mau kenal seutuhnya, kita membutuhkan hidup sehari satu malam bersamanya. Karena sebenarnya, kita tidak mengenal betul orang yang bahkan kita sebut itu teman kita. Apalagi orang baru kita tahu lewat media sosial.
Stalking, istilah yang sering dipakai kita sekarang buat mengganti kata kepo untuk kegiatan mengikuti apa-apa yang ada di media sosial seseorang. Orang yang kepo pasti pinter nyetalking. Biasanya kegiatan ini dilakukan juga oleh orang yang sedang jatuh cinta sama orang yang disukainya. Hhe.. kita nyari tau semua media sosial orang kita sukai. Trus dibuka satu-satu, di-follow dan seterusnya.

Kegitan ini juga bermanfaat dalam banyak hal, termasuk untuk belajar. Misalnya, paling tidak kita bisa mencari tau informasi orang yang sedang ingin kita ajak bekerja sama, atau tujuan yang lain. Akhirnya kita mencari tahu bagaimana orang tersebut di media sosialnya. Kita bisa tahu mungkin informasi bagaimana bahasanya, bagaimana kesukaannya, siapa saja orang yang dikenalnya bahkan gaya berpakaiannya. Semua itu bisa kita temukan di media sosial. Manfaatnya adalah, kita bisa menempatkan diri ketika ngobrol dengan orang yang baru kenal itu tadi. Bahkan kita akan terhindar dari pertanyaan yang sebenernya tidak harus kita tanyakan.

Walaupun begitu, ada juga orang yang nggak bisa stalking atau mungkin males stalking. Akhirnya seperti kemarin, ada yang berkirim pesan di akun media sosial saya dan nanya, “Mas, itu gambarnya pakai teknik apa ya?, trus pakai pulpen apa?”

Hm, mungkin dia belum baca caption saya tulisan tentang scribble, dan mungkin dia belum sempet buka link youtube, belum baca tulisan pertama tentang scribble di blog ini beberapa bulan yang lalu. Hadeh.. kalau menghadapi orang yang males stalking gini yang susah, kudu sabar..

Saya jadi inget-inget lupa, kalau dulu pernah ada berita wartawan yang di “semprot” sama artis gara-gara mempertanyakan hal tentang artis itu yang harusnya wartawan itu sudah tau dan tidak perlu mempertanyakannya. Saking saya lupa namanya siapa.. hhi..

Kalau sampeyen termasuk orang yang suka stalking juga kan, ya?
Hhe..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar