Kamis, 21 April 2016

Merinding

Hidup cuma sekali, kalau diisi dengan yang bener dan ngelakuinnysa juga bener, yang sekali itu rasanya sudah cukup.

Ya kalau cuma ngomong aja mungkin gampang, nglakuinnya nggak segampang orang bilang. Tapi saya yakin apa yang kita yakini dan ucapkan, ucapan itu akan mengajari kita tentang maknanya. Pengalaman yang akan berbicara kepada kita, kalau kita nggak punya pengalaman, mending jangan banyak bicara. Suatu saat nasihat itu akan menasihati kita juga, kalau kita sadar.

Memang benar. Kita cuma dapat kesempatan hidup ini sekali saja. Jadi sayang kalau jalaninnya biasa-biasa saja, jadi kumpulan manusia yang biasa, hidup, makan, mati dan terbuang. Sebisanya kita kudu jadi sebaik-baiknya. Jadi pribadi yang sebaik-baiknya, nyari teman juga yang sebaik-baiknya. Apapun itu, kita mencari dan mengusahakan yang terbaik. Tentu pakai cara-cara yang bener. Baik itu relatif, yang penting kita nglakuin yang bener. Perkara hasil, kan itu bukan urusan kita.

Hari ke dua puluh satu saya nulis di blog ini, pas dengan tanggal peringatan hari lahir R.A Kartini. Saya mau nulis tentang Kartini ya kok terlalu mainstream. Jadi saya ganti dengan tulisan (lagi-lagi tentang nilai hidup) Hidup cuma sekali.Hhe..

Hidup cuma sekali.

Saya kalau mengulang tiga kata itu jadi kok merinding sendiri. Merinding karena ya, hidup memang sekali saja di dunia. Sebentar malah. ini saja, saya nggak terasa udah nulis di hari ke-21. Besok adalah yang ke-22. Semoga seterusnya saya bisa menulis di blog. Dan cita-cita saya tentang kebiasaan menulis di blog akan segera saya coret dari daftar saya.
Hho.. Betapa menyenangkan proses mencoret-coret itu.
Seperti ketika menggambar scribble. Wakawaka..

Hidup cuma sekali, kalau sampeyan, kesenangan seperti apa yang bisa bikin sampeyan merasa hidup sekali itu sudah cukup?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar