Selasa, 26 April 2016

Vlog

Hari ini banyak hambatan yang saya temui. Banyak dateline yang mesti saya kejar minggu ini, tapi semua berjalan nggak semulus wajah Raisa. Jalanin aja, seloroh seorang kawan. Hhe..

­Mulai dari laptop yang lemot, abis lama-lama bikin design, eh tiba-tiba program nutup sendiri. Belum kesimpan! Hadeh..Ngulang lagi dari awal. “jalanin aja (lagi)“ sambil nunggu program lagi proses booting, saya nonton video vlog yang sekarang lagi rame diproduksi. Vlog atau video blogging mulai berkembang sejak 2004, kemasan yang lebih privasi dari ciri khas vlog jadi daya tarik sendiri. Misalnya channel DOES milik Erix Soekamti. Disana dia bercerita lewat video tentang aktivitas sehari-harinya. Channel itu dibuat untuk mendekatkan dirinya dengan para fans Endank Soekamti. Ada lagi vlog yang saya suka di YouTube, yaitu RVLOGnya Raditya Dika. Hha..

Intinya kita bisa ngepoin mereka setiap hari dari vlognya. Yang buat saya tertarik dari video mereka, karena selalu ada minimal satu hal  yang bisa diambil manfaat tentang pengetahuan dan pengalaman yang bernilai dibalik “panggung” mereka.

Mungkin seperti tujuan saya nulis disini, tapi pesan audio visual jauh lebih menarik dari sekedar tulisan blog. Di vlog, ada dimensi emosi secara intim yang dimainkan. Jadi pengen bikin vlog sendiri. Hhe.. Tapi sebetulnya semua hal yang kita lakukan setiap hari tidak harus diketahui publik. Ada hal yang memang cukup kita saja yang tahu dan alami sendiri.

Many people is over exposed. Bahkan sampai mau kencing aja update status dulu. Kan bahaya semisal kencing di buat vlognya. Hha..








Tidak ada komentar:

Posting Komentar