Mungkin saat ini saya masih belum jadi lelaki-yang punya
kesenangan terhadap benda tertentu. Kalau biasanya lelaki identik mainannya
motor, saya masih bermain dengan bangunan imaji saya dalam tumpukan sketchbook.
Saya suka mengoleksi buku sketch. Mulai dari ukuran kecil sampai yang gede. Kalau
lagi ada alokasi belanja lebih, pasti saya enteng banget buat beli sketchbook. Hhe..
Dari yang murah sampai yang harus merogoh kantong lebih
dalam. Dan sepertinya kesenangan inilah yang saya punyai saat ini. Bahkan akan
menjadi hobi sampai saat tua nanti. Nggak tau aja, kalau udah yang namanya
suka, gimana lagi. Ada sensasi pribadi saja kalau bisa ngoleksi buku sketch
(skaligus mengisinya dengan gambar sketsa sendiri. Hhe.. beruntungnya saya bisa
nggambar, jadi nggak sekedar ngoleksi buku sketch, tapi juga bikin sketsa di dalamnya, lebih-lebih sketsanya juga jadi
suatu yang bernilai. Nanti, suatu saaat. Saya yakin itu pasti.
Kalau sekarang, jadi konsumsi pribadi saja, toh buku sketch
saya juga masih belum terlalu banyak (sampai puluhan apalagi ratusan). Hhe..
Catatan sketsa, selalu menjadi memori otak kedua saya ketika
saya ingin membuka lembaran-lembaran lama, di suatu ruang, situasi dan
kondisi masa lampau yang sangat otentik dan tak terulang. Otentik, karena perjalanan setiap orang
pasti berbeda. Proses kita, pastilah berbeda.
Hadeh, ini kapan sketchbook pesanan saya nyampeknya. Hari rabu
kemarin saya beli buku sketchbook baru jenis marka landscape dari jogja secara
online, tapi sampai sekarang belum datang juga (sambil menunggu mas-mas JNE).
Kalau sampeyan barang apa yang paling disuka?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar